Bintan, Terkait pemberitaan yang beredar soal PT Samurung diduga melakukan aktivitas ekploitasi pasir darat diluar zona kawasan Tambang SIPB.
Dari hasil investigasi tim
Media dilapangan pada Selasa(1/7/25), terpantau adanya aktivitas pengerukan dan pengangkutan material pasir darat dengan mempergunakan sejumlah alat berat eskavator dan sejumlah kenderaan truk Fuso disatu titik lokasi dipindahkan ke titik lokasi lain.
Sumber juga mengungkapkan soal salah satu titik lokasi tersebut, diduga tanpa ijin tambang atau di luar zona ijin SIPB milik PT Samurung, namun mereka melakukan aktivitas tambang pasir, lalu diangkut ke lokasi PT Samurung” jelas sumber berita.
Dalam persoalan tersebut,
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau, merespon soal PT Samurung Diduga menambang diluar SIPB.
Kepala Dinas ESDM Kepri Drs. Muhammad Darwin, M.T. dalam tanggapannya, menjelaskan”, Dinas ESDM pada Kamis(5/6/25) telah melakukan inspeksi kelokasi penambangan PT. Samurung.
Namun, hasil inspeksi dilokasi, tidak ditemukan aktifitas PT. Sumurung, yang berada diluar wilayah SIPB nya.
“Tidak ada kegiatan penambangan diluar izin, atau pun penampungan pasir dari luar wilayah izin PT. Sumurung”sebut Darwin.
Pihak ESDM, menemukan adanya aktifitas pabrik batako dan bangunan bengkel yang letaknya kira-kira 500 meter dari lokasi penambangan PT. Sumurung”, ungkapnya.
Yang mana kata M. Darwin, Aktifitas pabrik batako dan bengkel dimaksud adalah milik dari Pemilik PT. Sumurung, Bapak Pang Oi Liang.
Dari hasil inspeksi dimaksud, Dinas ESDM meminta Saudara Pang Oi Liang tidak lagi mengambil pasir dari wilayah yang tidak berizin.
Kesimpulannya,
- kegiatan PT. Sumurung tidak ada yang dilakukan di luar izin.
- Pemilik PT. Sumurung dan Pemilik pabrik Batako adalah orang yg sama yaitu Bapak Pang Oi Liang.
- Aktifitas pabrik batako menggunakan pasir diluar wilayah sumurung yang tidak berizin, sehingga menimbulkan asumsi, PT. Sumurung menambang diluar izin” papar Kadis ESDM Kepri pada Kamis (3/7/25).
Namun terbilang aneh, sumber dilapangan, mengungkapkan fakta dilapangan pada hari ini kamis(3/7/25) kegiatan dilokasi dimaksud langsung stop pengangkutan pasir kotor ke lokasi PT Samurung, lantas alat beratnya dipindahkan ke belakang” sebutnya ada apa? (Zen/tim)













