Bintan –analoginews.com– Sejumlah sopir truk mengeluhkan antrean panjang saat hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU Bintang Bhakti Putra (14.291.711), Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.
Salah seorang sopir truk, Carles, mengaku sudah dua hari terakhir harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan solar.
Menurutnya, keterlambatan pasokan membuat antrean kendaraan mengular dan mengganggu aktivitas para sopir.
“Solar di Tanjung Uban sudah mulai sulit, Bang. Semalam habis, sekarang katanya belum datang,” ujar Carles.
Keluhan tersebut dirasakan banyak pengemudi angkutan barang yang mengandalkan solar subsidi untuk menjalankan operasional sehari-hari.
Menanggapi hal itu, Pengawas SPBU Bintang Bhakti Putra, Pardi, membantah adanya kelangkaan solar.
Ia menegaskan kondisi yang terjadi hanya keterlambatan distribusi dari pihak penyalur.
“Bukan langka, Pak, cuma terlambat kedatangannya. Seperti pagi ini masih menunggu pasokan datang,” kata Pardi.
Ia menjelaskan, waktu kedatangan mobil tangki tidak dapat dipastikan karena harus melayani beberapa SPBU di wilayah lain sebelum menuju Tanjung Uban.
“Kalau pagi biasanya sekitar pukul 09.00 WIB. Kalau siang antara pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, bahkan bisa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Tergantung mobil yang membawa, karena bukan hanya SPBU Tanjung Uban yang dilayani,” jelasnya.
Menurut Pardi, SPBU Bintang Bhakti Putra menerima pasokan solar subsidi sekitar lima hingga enam kali dalam sepekan, bergantung pada ketersediaan stok dari depot.
“Dalam seminggu sekitar lima sampai enam kali pengantaran, tergantung stok yang tersedia. Kadang lima kali dengan kapasitas sekitar 8.000 liter per pengiriman,” ungkapnya.
Keterlambatan distribusi tersebut menyebabkan antrean kendaraan, khususnya truk angkutan barang, mengular di area SPBU.
Para sopir berharap distribusi solar dapat kembali normal sehingga aktivitas pengangkutan tidak terganggu dan waktu operasional mereka tidak banyak terbuang di antrean.(Zen/Red)













