BATAM, analoginews.com– Kesabaran warga Kampung Tua Tanjung Uma, Lubuk Baja, habis.
Masyarakat secara tegas menolak rencana pelebaran ROW Jalan 35 dan menyatakan “tidak ada dialog lagi” sebelum status lahan 66,5 hektare mereka diselesaikan negara.
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Warga menilai pemerintah dan BP Batam selama puluhan tahun mengabaikan kepastian hukum atas tanah yang sudah mereka tempati secara turun-temurun.
Pemerintah Diminta Hentikan Wacana, Selesaikan Dulu Lahan
Juru Bicara Masyarakat Kampung Tua Tanjung Uma, Muhammad Faisal Ola, S.Sos., menyebut pembangunan boleh jalan, tapi bukan dengan cara menggusur hak rakyat.
“Kami meminta Pemko Batam, BP Batam, Ditpam, dan Polisi hentikan dulu rencana pelebaran ROW Jalan 35. Selesaikan dulu persoalan lahan. Jangan ciptakan konflik baru di tengah masyarakat,” tegasnya, Rabu 30/7/2026.
Warga mengantongi bukti kuat. Ada Kepwako No KPTS.105/HK/III/2004 tentang Penetapan Kampung Tua, Maklumat Kampung Tua 2010, hingga Rekomendasi BP Batam 2021. Tapi sampai hari ini, sertifikat tak kunjung terbit.
Selain lahan, warga juga menjadikan Masjid Nur Ilahi sebagai “garis merah”. Masjid yang baru diresmikan Imam Besar FPI itu disebut sebagai simbol sejarah, spiritual, dan kerukunan warga lintas agama.
“Kami akan jaga dan pertahankan Masjid Nur Ilahi. Ini bukan hanya tempat ibadah. Ini identitas kami,” kata warga.
Dukungan lintas iman juga menguat. Tokoh warga RT 08/RW 06, Paskalis, yang mewakili umat non-Muslim, menyatakan sikap yang sama.
“Kami kompak. Kami jaga masjid ini bersama. Selama negara belum beri kepastian hukum atas tanah kami, kami tolak ROW Jalan 35,” ujarnya.
Tidak Ada Dialog Lagi Soal Jalan 35, Puncaknya, warga menutup pintu negosiasi.
“Dengan tegas semua masyarakat Tanjung Uma, tidak ada dialog lagi membahas jalan ROW 35 karena masyarakat tidak butuh,” tegas pernyataan sikap warga.
Warga menuntut Pemko Batam, BP Batam, dan Kantor Pertanahan segera memberikan kepastian hukum. Bukan janji, bukan wacana.
Jika tetap dipaksa, warga Kampung Tua Tanjung Uma memastikan akan melawan. (Red)













