PWI Pusat Minta 10 Anggota PWI Kepri yang Mundur, Segera Serahkan Kartu Anggota

Para anggota PWI Provinsi Kepri yang menyatakan mundur dari keanggotan mereka di organisasi pers tertua di Indonesia.

JAKARTA – analoginews.com– Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menerima pengunduran diri Ady Indra Pawennari dari keanggotaan PWI.

Meski demikian, PWI Pusat tetap meminta kepada Ady untuk segera menyerahkan kartu anggota PWI kepada Pengurus PWI Provinsi Kepri.

Sementara itu, sembilan anggota PWI Provinsi Kepri yang juga telah menyatakan mundur agar segera menulis surat pengunduran diri secara resmi seperti yang dilakukan Ady Indra Pawennari.

Mereka juga diberi deadline waktu 14 hari untuk menyelesaikan status keanggotaan mereka tersebut.

Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Pengurus Harian PWI Pusat yang dipimpin Ketua Umum PWI Pusat pada Senin (24/8/2026) di Kantor PWI Pusat, Daerah Khusus Jakarta.

Hal itu disampaikan PWI Pusat melalui surat Nomor 885/PWI-P/LXXX/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Ketua PWI Provinsi Kepri. Surat tersebut merupakan tindak lanjut atas surat PWI Kepri Nomor 030/PWI-KEPRI/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026 mengenai persetujuan pengunduran diri anggota PWI.

Dalam suratnya, PWI Pusat menyatakan menerima pengunduran diri Ady Indra Pawennari setelah menerima surat pernyataan pengunduran diri bermeterai dan ditandatangani yang bersangkutan. Status keanggotaan Ady dinyatakan gugur karena mengundurkan diri sesuai Anggaran Rumah Tangga PWI BAB III Pasal 6 Ayat (1) huruf f.

Namun, berdasarkan pemeriksaan administrasi, Ady belum menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI. Karena itu, PWI Pusat meminta KTA tersebut dikembalikan melalui PWI Provinsi Kepri paling lambat 14 hari kalender sejak surat diterbitkan.

Jika KTA tidak dikembalikan hingga batas waktu tersebut, kartu dinyatakan tidak berlaku dan statusnya dicatat dalam administrasi serta Database Keanggotaan PWI.

Selain Ady, PWI Pusat juga menindaklanjuti status sembilan anggota PWI Kepri lainnya, yakni Andi Gino, Novianto, Richard Nainggolan, Qori Ul Fitrah, Iman Suryanto, Socrates, Amril, Hengky Mohari, dan Ambok Akok.

PWI Pusat menyatakan kesembilan anggota tersebut belum menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri yang ditandatangani masing-masing dan belum mengembalikan KTA PWI. Padahal sebelumnya, Andi Gino, Novianto, Richard Nainggolan, Qori Ul Fitrah, Iman Suryanto, dan Socrates telah menyampaikan pernyataan pengunduran diri secara terbuka di berbagai media lokal.

Sementara itu, Amril, Hengky Mohari, dan Ambok Akok telah dimintai konfirmasi oleh PWI Kepri, tetapi belum memberikan tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan.

PWI Pusat menyatakan menghormati hak setiap anggota untuk menentukan keberlanjutan keanggotaannya. Namun, proses pengunduran diri tetap harus diselesaikan secara administratif untuk memastikan status keanggotaan, KTA, database, serta hak dan kewajiban organisasi.

PWI Pusat meminta penyelesaian persoalan tersebut dilakukan berdasarkan AD/ART dan ketentuan organisasi dengan mengedepankan rekonsiliasi, persatuan, konsolidasi, dan tertib organisasi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam