BINTAN – analoginews.com – Aktivitas eksplorasi pengeboran yang dilakukan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Pulau Poto, Kabupaten Bintan, diklaim bukan merupakan kegiatan pertambangan, melainkan bagian dari program investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Humas PT BAI, Antonius Nobol Leutubung, saat menghadiri pertemuan bersama warga Kampung Tenggel RW 003, Pulau Poto, Kamis (26/3/2026).
“Jadi oleh karena kompensasi ini kalau kita investasi kita tidak bisa bicarakan ke sana. Kalau tambang yang masuk ke Pulau Poto ini, itu akan kita prioritaskan. Perusahaan yang membangun di sini bukan tambang melainkan investasi-investasi,” ujar Antonius
Antonius menyebutkan, pihak perusahaan siap membantu warga terkait kompensasi.
“Jika bicara soal kompensasi kita belum bicara kepada dinas sosial. Tapi yang jelas pihak perusahaan siap membantu warga,” katanya.
Namun ketika ditanya mengenai izin yang dimiliki perusahaan untuk melakukan aktivitas eksplorasi pengeboran di Pulau Poto, Antonius menegaskan perusahaan telah mengantongi izin.
“Kalau kita telah melakukan langkah-langkah di sana, tentunya kita telah mengantongi izin. Saya rasa perusahaan besar seperti ini saya yakin dia telah punya izin,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki kewenangan menjelaskan secara detail terkait dokumen perizinan yang dimaksud.
“Kalau bicara soal perizinan, saya di sini sebagai humas datang kesini hanya untuk keluhan warga. Soal izin berarti harus ke pimpinan yang khususnya bagian perizinan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Antonius juga menanggapi peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi beberapa waktu lalu hingga mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia.
Ia menyebut, terkait insiden tersebut adalah tanggung berada pada pihak subkontraktor.
“Kalau hal itu, semua pada waktu kontrak kerja MOU subkontraktor PT Sandong dengan pihak PT BAI. Bilamana ada kecelakaan terkait pekerjaan itu semua tanggung jawab kepada pihak subkontraktor,” ungkapnya.
Antonius menilai tuntutan warga Kampung Tenggel pada dasarnya mengarah pada permintaan kompensasi serta bantuan sosial lainnya.
“Saya rasa di warga Tenggel ini, pada prinsipnya hal-hal lain tak ada komentar, dia hanya minta kompensasi atau kira-kira bantuan seperti sosial-sosial lainnya,” pungkasnya.
(Zen)













