Praktek Pokir Diluar Dapil Dan Tak Sesuai Aspirasi di Kepri, Mendagri Beri Peringatan Keras : “Ini Lubang Korupsi!”

Kadis Kominfo Kepri Hendri yg saat ini sulit dijumpai

TANJUNGPINANG –analoginews.com- Praktik penyalahgunaan pokok-pikiran (Pokir) anggota DPRD di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak baru.

Bukan hanya proyek infrastruktur, kini belanja publikasi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri menjadi sasaran tembak oknum dewan. Dengan jatah Pokir mencapai Rp6 miliar per anggota DPRD, total dana aspirasi yang dikelola 50 legislator DPRD Kepri mencapai angka fantastis Rp300 miliar per tahun.

Praktik ini telah berlangsung bertahun-tahun. Sejumlah oknum dewan diduga kuat memasukkan pokir-nya ke dalam pos belanja publikasi di beberapa OPD, menggeser fungsi anggaran yang semestinya untuk menyampaikan informasi publik menjadi proyek yang dikendalikan dari belakang meja dewan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah pernah angkat suara. Dengan nada keras, Tito mengingatkan, Pokir hanya sah jika datang murni dari aspirasi dapil anggota DPRD. Bukan titipan luar dapil, bukan main atur vendor, bukan proyek bagi-bagi fee. Pokir harus milik rakyat, bukan milik kelompok.

“Silakan Pokir masuk APBD, tapi harus aspirasi dapil. Jangan legislatif atur rekanan, atur proyek—itu hak eksekutif. Kalau dilanggar, ya inilah lubang korupsi,” tegas Tito.

Mendagri tidak sedang berkhayal. Ia menunjuk kasus nyata: Sumatera Utara, Jambi, Jawa Timur—anggota DPRD kena seret KPK. Pokir dipaksa masuk meski di luar dapil, vendor diatur, fee dibagi di muka.

Rp300 Miliar dan Celah Anggaran Publikasi

Kebijakan pokir yang mencapai Rp6 miliar per anggota DPRD Kepri, jika dikalikan 50 kursi DPRD Kepri, total mencapai Rp300 miliar. Anggaran sebesar ini tersebar di berbagai OPD, termasuk pada belanja publikasi yang selama ini luput dari sorotan tajam.

Belanja publikasi—yang seharusnya digunakan untuk sosialisasi program pemerintah, iklan layanan masyarakat, dan penyebaran informasi publik—kini diduga menjadi ladang baru permainan. Anggaran ini dianggap lebih fleksibel, sulit diukur output-nya, dan rawan markup.

“Dana publikasi itu enak bagi oknum. Tidak ada wujud fisik yang bisa diukur masyarakat. Cukup dengan kwitansi dan bukti tayang, anggaran mengalir. Ini yang menjadi incaran,” ujar sumber di lingkungan DPRD Kepri yang enggan disebut namanya, belum lama ini.

DPRD Provinsi Kepulauan Riau periode 2024-2029 sendiri terdiri dari 50 anggota yang tersebar dalam tujuh fraksi, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, NasDem, PKS, PDI Perjuangan, Demokrat Nurani Indonesia, dan PAN-PKB . Dengan komposisi ini, potensi penggelembungan anggaran publikasi terbuka lebar jika tidak ada pengawasan ketat.

APBD Kepri 2026: Kue Rp3,5 Triliun dan Pinjaman Daerah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp3,3 triliun, turun Rp605 miliar dari tahun sebelumnya . Total belanja daerah mencapai Rp3,544 triliun dengan pinjaman daerah Rp250,6 miliar untuk menutup defisit akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp495 miliar dari pemerintah pusat .

Di tengah tekanan fiskal ini, alokasi belanja publikasi di berbagai OPD justru patut dipertanyakan. Apakah anggaran publikasi benar-benar untuk kepentingan masyarakat, atau sekadar kendaraan pokir dewan?

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri 2026 diproyeksikan Rp1,8 triliun, dengan pajak daerah sebagai kontributor terbesar mencapai Rp1,5 triliun . Sayangnya, upaya mendongkrak PAD melalui retribusi labuh jangkar, pemanfaatan air permukaan, dan ruang laut bisa sia-sia jika anggaran justru bocor di belanja tidak langsung seperti publikasi.

Modus “Fee di Muka” Mengintai Kepri

Peringatan Tito Karnavian tentang praktik pengaturan rekanan dan fee di muka bukan tanpa alasan. Di berbagai daerah, modus ini sudah menjadi rahasia umum. Pokir dipaksakan masuk ke dapil lain, vendor ditentukan dari belakang, fee dipotong di depan.

“Udahlah, yang gitu-gitu tuh Kapolda paham, KPK juga paham modus itu. Tinggal nunggu waktu saja ketangkapnya kapan,” ujar Mendagri.

Di Kepri, kekhawatiran itu semakin relevan. Anggaran publikasi yang tersebar di berbagai OPD rawan dimanfaatkan untuk proyek fiktif atau markup harga. Apalagi jika pokir dewan ikut cawe-cawe menentukan media yang digunakan, durasi tayang, hingga harga satuan.

Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah OPD lain menjadi sasaran empuk. Alih-alih untuk edukasi publik, anggaran publikasi bisa berubah menjadi bancakan oknum dewan dan rekanan.

Transparansi: Kunci Menyelamatkan Anggaran

Di tengah sorotan miring, sejatinya ada harapan. DPRD Kota Batam telah menunjukkan contoh transparansi dengan mengesahkan anggaran Pokir melalui sidang terbuka dan dapat dipantau publik. Langkah ini dinilai mampu menekan potensi penyelewengan.

Sudah saatnya DPRD Provinsi Kepulauan Riau meniru langkah serupa. Transparansi alokasi pokir—termasuk yang ditempatkan di belanja publikasi—menjaga rupiah rakyat agar tidak menguap sia-sia. Masyarakat berhak tahu, media mana yang mendapat jatah, berapa nilainya, dan apa output-nya.

Integritas wakil rakyat diuji di sini. Jika pokir tetap menjadi “mainan” di balik layar, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga masa depan demokrasi Kepri.

“Pokir harus kembali ke semangat awal, yaitu untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tutup Tito. Kepri kini berada di persimpangan: menjadi contoh transparansi, atau susul daerah lain yang anggota dewannya berurusan dengan KPK.

Sementara itu, hingga hari ini, Rabu (4/3/2026) Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Luki Zaiman Prawira belum memberikan tanggapan terkait hal ini, saat dikonfirmasi. Dan Kepala Diskominfo Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi serta beberapa Kepala OPD yang diduga mendapatkan ‘tutipan’ anggaran Publikasi diduga dari Pokir oknum dewan, enggan memberikan komentar serta membungkam.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam