BATAM | analoginews.com – Dugaan aktivitas perjudian terselubung di Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) Avengers yang berlokasi di Komplek Batu Aji Centre, Kota Batam, menuai sorotan masyarakat.
Warga meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap praktik yang diduga telah berlangsung cukup lama itu. Selasa (27/1/2026)
Keberadaan Gelper Avengers yang berada di kawasan permukiman padat penduduk dinilai meresahkan. Warga menilai aparat penegak hukum terkesan tutup mata terhadap dugaan aktivitas perjudian yang terus berjalan di lokasi tersebut.
Seorang warga setempat bernama Perman menegaskan perlunya tindakan tegas dari aparat kepolisian. Menurutnya, lokasi Gelper Avengers sangat dekat dengan kawasan perumahan yang dihuni ribuan warga.
“Saya meminta aparat terkait, khususnya kepolisian, untuk menindak tegas dugaan perjudian di lokasi bernama Avengers. Apalagi lokasinya sangat dekat dengan permukiman warga,” ujarnya.
Perman juga menduga Gelper Avengers telah mengantongi izin usaha dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Namun, yang menjadi sorotan warga adalah dugaan pelanggaran jam operasional serta praktik perjudian yang dilakukan secara terselubung.
“Tidak mungkin orang mempertaruhkan uang hingga jutaan rupiah jika tidak ada harapan menang. Ini yang patut dipertanyakan,” tambahnya.
Berdasarkan penelusuran awak media pada Senin (20/1/2025), lokasi Gelper Avengers tampak ramai dipadati pengunjung yang menggemari permainan berbau judi. Sebuah ruko berlantai tiga terlihat jelas difungsikan sebagai arena permainan elektronik yang diduga bermuatan perjudian.
Di lantai satu dan dua, tersedia berbagai jenis mesin permainan elektronik yang dioperasikan untuk para pengunjung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, modus dugaan perjudian dilakukan dengan cara pemain membeli atau mengisi kredit mesin melalui petugas (wasit) dengan nominal minimal Rp50 ribu. Jika menang, kredit mesin ditukarkan dengan voucher.
Voucher tersebut kemudian ditukar dengan rokok di meja kasir. Selanjutnya, rokok ditukarkan kembali di luar lokasi Gelper dengan uang tunai. Skema ini diduga digunakan untuk menyamarkan praktik perjudian agar tampak seperti permainan biasa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Aparat Penegak Hukum yang berwenang belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan.
Redaksi masih membuka ruang klarifikasi dan menunggu tanggapan resmi dari aparat berwenang terkait dugaan aktivitas perjudian di Gelper Avengers. (Redaksi/Tim)













