Dugaan Gratifikasi Rp520 Juta di Rutan Tanjungpinang, Dua Oknum Pegawai Diusulkan Dipecat

Aris Munandar Kepala Ditjenpas Kepulauan Riau

Tanjungpinang – analoginews.com– Aroma dugaan praktik kotor masih menyeruak dari balik tembok Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Lembaga Pemasyarakatan Rutan Tanjungpinang yang menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) itu justru terseret isu serius yang mencoreng integritas institusi pemasyarakatan.

Dua oknum pegawai berinisial O dan NM diduga terlibat dalam praktik makelar kasus (markus) sekaligus penerimaan gratifikasi dari warga binaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, oknum O diduga “mematok tarif” fantastis hingga Rp520 juta untuk mengurus proses kasasi salah satu warga binaan.

Lebih jauh, aliran dana tersebut diduga tidak langsung diterima oleh O, melainkan ditransfer melalui rekening NM yang merupakan istri dari O dan juga pegawai di rutan yang sama.

Skema ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik terorganisir dan terselubung dengan memanfaatkan celah di dalam sistem lemah dari pengawasan. Sehingga secara gamblang oknum pegawai yang memiliki mental bobrok memanfaatkan celah tersebut dengan mencari keuntungan pribadi dalam sistem yang lemah.

Sontak, Upaya penelusuran yang dilakukan awak media ketika itu membuat geger di lingkungan institusi Lembaga Pemasyarakatan.

Sejumlah pegawai hingga jajaran pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah Kepulauan Riau, tersentak dengan mencuatnya kasus ini ke publik.

Sorotan tajam publik pun mengarah pada lambannya respons institusi dalam menangani dugaan pelanggaran berat tersebut. Transparansi dan ketegasan penindakan menjadi tuntutan, mengingat kasus ini menyangkut integritas aparat penegak hukum di dalam lembaga pemasyarakatan.

Di tengah tekanan publik, muncul fakta lain yang tak kalah janggal.

Berdasarkan keterangan Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, menyebutkan bahwa selain oknum O, dana tersebut mengalir ke pihak luar.

Siapa oknum yang berperan aktif ikut menikmati aliran dana tersebut?

Sementara itu, Kedua oknum tersebut dilaporkan tidak lagi masuk kerja setelah masa cuti berakhir hingga kini.

Meski telah dua kali dipanggil secara resmi untuk pemeriksaan, keduanya tak kunjung memenuhi panggilan, sehingga memunculkan tanda tanya besar terkait keberadaan mereka. Ada apa?

Menindaklanjuti polemik ini, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau, Aris Munandar, menegaskan bahwa proses disiplin terhadap kedua oknum telah berjalan dan kini telah sampai pada tahap usulan pemecatan.

“Sudah kami proses dan diusulkan pemecatan terhadap kedua oknum tersebut, inisial O dan NM,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (24/3/2026).

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, tindakan menerima suap atau gratifikasi tergolong pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemberhentian tidak dengan hormat.

Tak hanya sanksi administratif, perbuatan tersebut juga berpotensi menyeret pelaku ke ranah pidana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, pelaku dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 20 tahun serta denda maksimal Rp1 miliar.

Penulis; Zen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam