Bintan – analoginews.com – Proyek pembangunan jalan semenisasi di Gang Garuda I RT 05 RW 002, Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, mendapat kecaman dari sejumlah warga Perumahan Griya Mawaddah 8, Jalan Lintas Barat KM 16. Jumat (5/6/26)
Pantauan di lapangan, proyek yang baru selesai dikerjakan tersebut diketahui berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bintan.
Informasi yang tertera pada papan proyek menyebutkan pekerjaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp169.617.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2026. Pelaksana kegiatan adalah CV Rizqy Anugrah dengan konsultan pengawas CV Jaya Nusantara Engineering Consultant serta masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Secara fisik, jalan semenisasi tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter dengan ketebalan yang diperkirakan mencapai 15 sentimeter. Namun, kondisi hasil pekerjaan dinilai kurang rapi karena permukaan jalan terkesan bergelombang.
Selain itu, pada beberapa bagian sisi jalan juga ditemukan adanya retakan yang diduga muncul tidak lama setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.
Dari keterangan Dodi, warga perum Griya Mawaddah 8, menyebutkan,bahwa konstruksi jalan tersebut menggunakan besi wiremesh yang diperkirakan berdiameter 6 milimeter.
Menurutnya, pada saat pelaksanaan kerjaan, besi wiremesh yang digunakan tidak terlihat terhubung atau diikat dengan konstruksi besi lainnya untuk memperkuat struktur beton.
“Kalau dilihat ketebalan beton sekitar 15 sentimeter dengan lebar jalan kurang lebih 3 meter. Material besi yang digunakan diperkirakan ukuran 6 milimeter dan tidak disambung dengan konstruksi besi lainnya,” ujar Dodi.
Warga lain juga mengungkapkan terdapat beberapa titik retakan yang terjadi pada badan jalan yang kemudian dilakukan perbaikan oleh pihak pelaksana menggunakan semen acian.
“Memang ada beberapa retakan di bagian beton. Setahu kami sudah dilakukan pemolesan atau penutupan menggunakan semen acian oleh pelaksana,” katanya.
Selain masalah retakan, warga juga mempertanyakan ketebalan cor beton yang dinilai tidak seragam di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Berdasarkan pengukuran yang dilakukan warga, ketebalan beton tidak sama. Ada yang sekitar 15 sentimeter, tetapi ada juga yang hanya sekitar 13 sentimeter,” ungkap warga lain.
Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh awak media ini kepada Aulia yang diduga selaku konsultan pengawas proyek semenisasi dilokasi dimaksud, pada Sabtu (6/6/26)
Namun hingga berita ini diturunkan Aulia belum memberikan tanggapannya melalui pesan WhatsAppnya.
Sementara itu pihak redaksi belum berhasil meminta keterangan dari pihak PPTK Disperkim Kabupaten Bintan
(Zen/Red)
Edisi bersambung:::













