Intan Disiksa Majikan Selama Enam Bulan, Pemuda Flores Timur Desak JPU Bertindak Tegas

Analoginews.com— Batam- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan majikan dan Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Sukajadi, Kota Batam, kini telah memasuki tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam.

Untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil, Koordinator Pemuda Flores Timur, Nus Ata Soge, menyuarakan dukungan penuh terhadap korban bernama Intan.

Kasus yang sempat viral ini menarik perhatian luas masyarakat Batam. Peristiwa kekerasan yang menodai nilai kemanusiaan tersebut kini berada pada fase krusial, yakni pembacaan tuntutan dari JPU.

Dalam persidangan sebelumnya, terungkap Majikan bernama Roslina diduga melakukan penyiksaan terhadap Intan selama hampir enam bulan. Selain kekerasan fisik, korban juga dipaksa meminum air kloset dan memakan kotoran anjing.

Menanggapi hal ini, Nus Ata Soge menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Saya menyerukan kepada seluruh elemen pemuda untuk memasuki masa siaga penuh menjelang pembacaan tuntutan pada 1 Desember mendatang. Fase ini adalah momen paling krusial dalam upaya kita menegakkan keadilan bagi Intan dan Merlin,” ujar Nus Soge.

Ia juga menyatakan telah menyaksikan langsung bukti-bukti kekerasan yang dilakukan Roslina dalam persidangan. Karena itu, Nus meminta agar JPU tidak ragu menjatuhkan tuntutan hukum paling berat terhadap terdakwa.

Di sisi lain, Nus menyerukan agar JPU dan Majelis Hakim mempertimbangkan posisi Merlin sebagai korban sekunder yang diduga dipaksa terlibat sebagai pelaku akibat tekanan ekstrem. Menurutnya, keadilan harus mampu memisahkan aktor utama dari mereka yang terlibat di bawah paksaan.

Nus pun mengajak seluruh pemuda Flores Timur dan warga Nusa Tenggara Timur yang berada di Batam untuk hadir dan memberikan dukungan moral saat proses persidangan berlangsung.(“””)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data