Rokok Ilegal Merek H&D Banjiri Tanjungpinang, Negara Rugi Miliaran

Rokok ilegal merek H&D Ditemukan Marak Di Tanjungpinang

Batam – Rokok ilegal merek H&D kembali marak beredar di wilayah non-FTZ Kota Tanjungpinang dan sekitarnya.

Rokok tanpa pita cukai ini dijual terbuka di warung hingga toko eceran dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok bercukai resmi.

Kondisi ini membuat rokok H&D diminati masyarakat meski jelas melanggar aturan dan mengancam kesehatan.

Selain membahayakan kesehatan karena kandungan zat adiktif, peredaran rokok ilegal juga menimbulkan kerugian besar bagi negara.

Menurut riset Indodata Research Center, sepanjang 2024 potensi kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai Rp 97,81 triliun, mayoritas berasal dari rokok polos tanpa pita cukai. Dana sebesar itu seharusnya bisa masuk ke kas negara untuk mendukung sektor kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur.

Di sisi penindakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat hingga pertengahan 2025 telah dilakukan 13.248 penindakan dengan nilai barang mencapai Rp 3,9 triliun, di mana 61 persen merupakan rokok ilegal. Dalam Operasi Gurita periode April–Juni 2025, aparat berhasil mengamankan 182,74 juta batang rokok ilegal, dengan tindak lanjut berupa penyidikan hingga sanksi administratif.

Di beberapa daerah, hasil penindakan terbilang signifikan. Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY misalnya, berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 53,1 miliar hanya dalam periode Januari–Mei 2025. Sementara di Jawa Timur II, sekitar 54,64 juta batang rokok ilegal senilai Rp 80 miliar berhasil diamankan, menyelamatkan kerugian negara hingga Rp 48 miliar.

Meski demikian, di lapangan rokok ilegal seperti merek H&D tetap saja marak. Bahkan, peredarannya semakin menyebar hingga pelosok dengan jaringan distribusi yang mulus.

Publik pun bertanya-tanya, apakah ada pihak Oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut bermain di balik lancarnya peredaran rokok ilegal tersebut?

Masyarakat mendesak Bea Cukai bersama aparat penegak hukum lebih serius menindak pemasok dan jaringan distribusi rokok ilegal, khususnya di wilayah Kepri.

Tanpa tindakan tegas dan konsisten, peredaran rokok ilegal bukan hanya merugikan kas negara, tetapi juga berpotensi memperburuk masalah kesehatan masyarakat di tengah tingginya angka penyakit akibat konsumsi tembakau. Sabtu
(23/8/25) (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital