Proyek Pembangunan Lapangan Sepak Bola Abdul Majid Mulai Dikebut, Progres Capai 71 Persen

Bangunan Fisik Sarana lapangan Bola Abdul Majid km 13

Tanjungpinang – analoginews.com — Pembangunan sarana dan prasarana Lapangan Sepak Bola Abdul Majid di kawasan Batu 13, tak jauh dari Kampus STAI Miftahul Ulum, kini menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah pekerjaan fisik tampak terus dikebut oleh kontraktor di lokasi.

Berdasarkan pantauan lapangan, sebuah bangunan berukuran 6,5 x 4 meter berdinding bata merah telah berdiri. Sejumlah item pekerjaan seperti pembangunan toilet dan pembuatan sumur juga tampak rampung dikerjakan.

Namun, beberapa bagian masih tertunda. Pemasangan lantai keramik belum dilakukan, sementara para pekerja masih fokus menyelesaikan proses pemelasteran seluruh bangunan. Instalasi listrik pun belum sepenuhnya terpasang—baru kWh meter yang terlihat sudah dipasang oleh pihak PLN.

Bangunan tersebut berdiri di salah satu sudut Lapangan Abdul Majid, lapangan yang selama ini dikenal minim fasilitas pendukung. Kondisi lapangan masih terlihat gersang, dengan tiang gawang berkarat serta area permainan yang kurang terawat.

Di lokasi, terpampang papan informasi proyek yang mencantumkan bahwa pekerjaan ini dibiayai melalui APBD Perubahan Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2025, di bawah Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang. Nilai kontrak tercatat Rp126.200.000, dengan pelaksana PT Insani Abadi dan konsultan pengawas CV Vistatama Multi Engineering Consultant. Durasi pekerjaan ditetapkan selama 40 hari kalender, terhitung sejak 11 November 2025.

Kepala Dispora Kota Tanjungpinang, Ruli Friyadi, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan tahap awal pengembangan Lapangan Abdul Majid.

“Pembangunan prasarana dan sarana tahun ini masih pada tahap perencanaan, pembangunan toilet, dan pengawasan. Untuk penanaman rumput dan pembangunan pagar akan dilaksanakan tahun depan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Ruli menegaskan bahwa progres pekerjaan hingga minggu keempat—per 7 Desember 2025—telah mencapai 71,06 persen.

“Pekerjaan saat ini meliputi penyelesaian pembangunan toilet dan pembuatan sumur,” tambahnya.

Penulis; Muhamad Zen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data