Batam — Analoginews.com — Aktivitas pemotongan lahan di kawasan perbukitan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menuai kecaman dari warga sekitar.
Warga menilai kegiatan tersebut telah mengubah kawasan hijau menjadi lahan gundul dan tandus, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu bencana banjir yang kerap menghantui warga Batam setiap kali musim hujan tiba.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah truk Fuso terlihat hilir-mudik di jalan umum kawasan Kabil mengangkut material tanah urug tanpa menggunakan penutup terpal. Dari kejauhan tampak alat-alat berat beroperasi secara masif, melakukan pengerukan tanah dengan cara membabi buta hingga meluluhlantakkan area perbukitan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar.
Sebagian lahan perbukitan kini terlihat nyaris rata sejajar dengan struktur jalan aspal di sekitarnya. Fakta tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pemotongan lahan ini telah berlangsung cukup lama dan tampak dibiarkan tanpa pengawasan.
Selain itu, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi tampak berlumpur dan licin. Beberapa titik bahkan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara yang melintas.
Lebih parahnya, di lokasi kegiatan tersebut tidak tampak adanya pengawasan dari aparat terkait. Aktivitas ini pun diduga kuat dilakukan tanpa izin resmi dari Pemerintah Kota Batam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pihak baik dari pihak pelaku kegiatan cut and fill maupun dari instansi pemerintah terkait di Kota Batam. Kamis(16/10/25)
(Redaksi)













