Bintan -analoginews.com– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kabupaten Bintan, Syukur Hariyanto, menyoroti maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan di Bintan yang semakin mengkhawatirkan.Kamis(24/9/ 2026)
Data DP3AKB Bintan mencatat sepanjang 2024 ada 81 kasus kekerasan, dengan korban 86 orang (68 perempuan). Rinciannya: 27 kasus persetubuhan anak, 14 kasus pelecehan seksual, 21 kasus bullying, 4 kasus TPPO. Dan di tahun 2026 ini, kasus terus berulang di Bintan Timur, Kijang, dan pesisir.
Baru-baru ini di April 2026 dan Mei 2026, Polsek Bintan Timur kembali menangkap pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah Kijang Kota. Ini alarm keras.
“Kami sangat prihatin. Ini bukan sekadar angka, ini masa depan anak-anak kita di Bintan yang hancur. Tidak bisa lagi kerja dari balik meja. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Bintan harus lebih aktif sosialisasi door to door,” tegas Syukur Hariyanto, Ketua DPD PSI Bintan.
DPD PSI Bintan mendesak 3 langkah konkret untuk Pemkab Bintan:
. Sosialisasi Masif Sampai ke RT/RW dan Sekolah.
Jangan hanya di kantor. Turun ke SD, SMP, Desa Numbing, Bintan Pesisir, Tambelan. Ajarkan anak cara melapor, ajarkan orang tua cara cek HP dan pergaulan anak. Libatkan tokoh agama, karena benteng pertama adalah pendidikan agama dan keluarga.
. Aktifkan Kembali Satgas PPA dan Pos Pengaduan Desa*
Setiap kecamatan harus ada layanan pengaduan 24 jam yang aman untuk anak dan perempuan. Pendampingan hukum dari pelaporan di polisi hingga persidangan harus benar-benar didampingi, bukan dilepas.
. Pemkab Bintan Harus Tetapkan Status Darurat Perlindungan Anak
Kasus yang dilakukan kerabat sendiri meningkat. Ini harus jadi perhatian khusus Bupati dan DPRD. Anggaran untuk sosialisasi, rehabilitasi korban, dan rumah aman harus ditambah. Jika perlu, PSI Bintan siap jadi relawan edukasi.
“Perlindungan anak tidak bisa ditawar. Kalau kita diam hari ini, kita kehilangan generasi Bintan besok. Kita di PSI percaya, politik harus hadir melindungi yang paling rentan,” tutup Syukur Hariyanto(Zen)
