Batam | analoginews.com – Dugaan lemahnya pengawasan dan belum adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap aktivitas di arena Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) Avengers yang berlokasi di Komplek Batu Aji Centre, Kota Batam, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar.Selasa (3/2/26).
Sejumlah warga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari sejumlah mesin- mesin elektronik di arena gelper Avenger.
Suara mesin tersebut sangat mengganggu hingga larut malam ketika warga sedang istirahat tidur.
“Setiap kali pengunjung ramai, suara mesin-mesin elektronik sangat mengganggu ketenangan warga,” ungkap salah seorang warga setempat.
Selain itu, warga sekitar mengungkapkan diduga ada aktivitas perjudian di arena tersebut.
Atas situasi itu, warga berharap aparat kepolisian dan instansi terkait dapat melakukan penertiban serta menindaklanjuti dugaan adanya aktivitas yang mengarah pada praktik perjudian dan membuat resah warga sekitar.
“Saya meminta aparat terkait, khususnya kepolisian, untuk menindaklanjuti dugaan aktivitas perjudian di lokasi yang dikenal dengan nama Avengers. Lokasinya sangat dekat dengan permukiman warga,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, arena Gelper Avengers diduga menjalankan aktivitas dengan kedok permainan adu ketangkasan (gelper).
Modus tersebut disinyalir digunakan agar aktivitas di dalamnya tampak sebagai permainan biasa dan tidak mudah terdeteksi.
Selain itu, beredar pula informasi bahwa lokasi tersebut diduga belum mengantongi izin usaha resmi dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Namun, informasi ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
“Tidak mungkin seseorang mempertaruhkan uang hingga jutaan rupiah tanpa adanya harapan mendapatkan keuntungan. Ini yang menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar warga lainnya.
Dari hasil penelusuran di lapangan, arena Gelper Avengers beroperasi di sebuah ruko berlantai tiga. Pada lantai satu dan dua, terlihat berbagai mesin permainan elektronik yang digunakan oleh para pengunjung.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa mekanisme permainan dilakukan dengan cara pemain membeli atau mengisi kredit mesin melalui petugas dengan nominal tertentu. Kredit yang diperoleh kemudian dapat ditukarkan dengan voucher, yang selanjutnya digunakan untuk memperoleh barang tertentu.
Dugaan ini dinilai sebagai salah satu cara untuk menyamarkan praktik perjudian, meski kebenarannya masih perlu pembuktian lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Sumber juga menyebutkan, bahwa diduga ada keterlibatan oknum wartawan berinisial R di balik arena Gelper Avenger.
“Disitu ada oknum wartawan. Ia diduga ditugaskan untuk menfasilitasi sejumlah media bagi- bagi kue ulang tahun”, beber sumber.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak aparat penegak hukum maupun pengelola Gelper Avengers belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan resmi.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
(Redaksi/Tim)
