Diduga Tanpa Prosedur Resmi, Beras Harumas Asal FTZ Batam Membanjiri Pasaran Non-FTZ Tanjungpinang

Beras Merek Harumas Asal 02 Batam Ditemukan Disejumlah Pasar Non FTZ Tanjungpinang

Tanjungpinang – Komoditas beras merek Harumas asal kawasan Free Trade Zone (FTZ) 02 Batam diduga masuk tanpa prosedur resmi dan kini membanjiri pasaran wilayah Non-FTZ Tanjungpinang.

Beras kemasan 25 kilogram itu dijual terbuka di sejumlah toko sembako, pasar tradisional, bahkan hingga swalayan dan minimarket di Kota Tanjungpinang.

Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar soal mekanisme pengawasan aparat terkait. Pasalnya, sesuai aturan, setiap barang yang keluar dari kawasan perdagangan bebas (FTZ) menuju wilayah Non-FTZ wajib melalui jalur distribusi resmi yang dikenakan bea masuk serta pajak.

Namun, temuan di lapangan justru mengindikasikan adanya praktik peredaran tanpa dokumen resmi yang berpotensi menimbulkan kebocoran penerimaan negara.

Seorang pedagang di Pasar Bestari Bintan Center mengaku memperoleh pasokan beras Harumas dari Batam dengan harga jauh lebih murah.

“Beras ini lebih murah per karung dibanding beras lokal. Banyak pembeli yang cari, jadi kami ambil untuk stok,” ujarnya, Jumat (22/8).

Harga yang lebih terjangkau membuat sejumlah warga mulai beralih ke beras Harumas.

“Kalau kualitas hampir sama. Bedanya di harga saja, jadi lumayan bisa hemat,” ungkap Andi, warga Tanjungpinang.

Meski diminati masyarakat, peredaran beras FTZ secara ilegal ini memicu dua persoalan serius.

Pertama, berpotensi memicu persaingan tidak sehat dan mengancam stabilitas harga beras lokal. Kedua, negara berisiko kehilangan pemasukan karena barang tersebut tidak dikenai bea masuk maupun pungutan pajak.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, barang yang keluar dari kawasan FTZ menuju daerah pabean lain wajib menjalani prosedur kepabeanan, termasuk pembayaran bea masuk, pajak impor, dan dilengkapi dokumen resmi. Hal ini juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, yang menyebutkan peredaran barang dari FTZ ke Non-FTZ tanpa izin dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.

Informasi yang beredar, masuknya beras Harumas ke wilayah Non-FTZ diduga melibatkan mafia beras dan oknum aparat melalui sejumlah pelabuhan tikus di kawasan Tanjung Uban, Bintan Utara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai maraknya peredaran beras Harumas asal FTZ Batam di wilayah Non-FTZ.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital