BATAM, analoginews.com — Mengguritanya Tempat Hiburan Malam(THM) dan juga menjamurnya arena Gelper terindikasi praktik perjudian yang identik kemaksiatan yang berada di sejumlah titik di kota Batam mendadak tutup.
Aroma tak sedap kian terbongkar, meski selama ini praktik -praktik dugaan adanya praktik perjudian disejumlah arena Gelper dikota Batam kerap terbungkus rapi .
Pantauan, terlihat arena Gelper Sky Game yang berada di kawasan SNL Food, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam mendadak tak beroperasi. Padahal sebelumnya lokasi ini kerap dipadati para pengunjung yang hobinya bermain judi elektronik.
Lantas, aktifitas dugaan perjudian di Apartemen lantai 7 Casino Formosa Residence ,planet 1,2,3, Game zone,Wukong terlihat juga ikut tiarap paska penggerebekan tim Bareskrim Mabes Polri di lokasi THM HH Club Planet dan juga judi Casino di Nagoya kota Batam.
Fenomena aneh itu patut dicurigai adanya praktik tidak sehat bisnis panas yang terselubung rapi dilokasi tersebut mencari jalan aman lebih baik tutup ketimbang ikut terseret dalam skandal perjudian seperti di 9 Stage Lounge & Bar, Ruko Nagoya Indah Blok D2 Nomor 9, Batu Selicin, Kota Batam.
Diketahui Tim Bareskrim Mabes Polri menggrebek THM HH Club Planet .
Petugas dilaporkan menemukan brankas yang berisi 762 butir pil ekstasi dan menyegel 11 unit kendaraan kelas atas yang disinyalir dikaitkan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Kasus Narkotika.
Selain itu petugas juga mengamankan 10 orang pekerja ditetapkan tersangka mulai dari waiter, lady companion (LC), kapten hingga supervisor.
Tak terlepas dari itu, Penyidik juga dikabarkan masih mengembangkan perkara tersebut, termasuk menelusuri struktur manajemen dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Dalam hasil pengembangan, muncul nama Basri, sosok yang akrab dalam bisnis hiburan malam di Kota Batam dan dikaitkan dengan aktivitas di kawasan P1, P2 dan P3.
Kasino Nagoya kota Batam tak luput dari incaran dan ikut digrebek petugas.
Penggerebekan aktivitas perjudian kasino di 9 Stage Lounge & Bar juga menghasilkan pengungkapan dalam jumlah besar.
Petugas dilaporkan mengamankan 197 orang, menyita uang tunai sekitar Rp7,79 miliar, serta 105 unit mesin permainan.
Ratusan orang yang diamankan disebut terdiri dari pekerja maupun orang yang berada di lokasi ketika operasi berlangsung.
Sosok pemilik arena judi tersebut disebut Akau, ikut diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.
Batam Mendadak Sunyi
Rangkaian penggerebekan tersebut kini menimbulkan efek domino. Sejumlah arena Gelper dan tempat hiburan yang sebelumnya disebut ramai mendadak menghentikan aktivitasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat masyarakat hingga kini.
Jika tempat-tempat tersebut memang hanya menjalankan kegiatan sesuai perizinan dan ketentuan hukum, semestinya tidak ada alasan mendadak tutup.
Sebaliknya, jika penutupan mendadak terjadi karena adanya kekhawatiran terhadap penindakan aparat, publik patut mempertanyakan sejauh mana aktivitas perjudian berkedok permainan elektronik selama ini berkembang di Kota Batam.
Kini perhatian masyarakat tertuju kepada aparat penegak hukum. Apakah operasi Bareskrim Mabes Polri hanya berhenti pada sejumlah lokasi yang telah digerebek.
Petugas perlu mencurugai arena praktik kemaksiatan baik Gelper dan THM yang mendadak tutup paska penggerebekan THM HH Club Planet dan juga Arena Judi Kasino di Nagoya.
Petugas diminta lebih jeli untuk menyasar jaringan dan lokasi lain yang diduga memiliki pola aktivitas serupa?
Publik menunggu jawaban dan langkah konkret aparat. Jangan sampai tempat yang hari ini mendadak tiarap kembali beroperasi setelah situasi dianggap mulai aman. Rabu(19/8/26) (Zen/tim)













