Dugaan Skema Pokir di Balik Anggaran Publikasi Kepri, Kerugian Negara Tembus Rp300 Miliar

Tanjungpinang, — analoginews.com- Komunitas Awak media Kontrol Anggaran Publikasi (KAKAP) siap membongkar dugaan persekongkolan sistematis yang melibatkan pejabat pemerintah daerah dan sejumlah korporasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Modusnya tak main- main diduga dengan memainkan anggaran publikasi dan pengadaan jasa pemerintah, berkedok program “menyerap pokok pikiran rakyat” dan “membangun komunikasi publik”.

Berdasarkan data, KAKAP Provinsi Kepri menemukan indikasi kuat kerugian keuangan negara yang sangat besar, diperkirakan mendekati Rp 300 miliar, yang terjadi secara bertahap dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.

Modus Berkedok Pokir di Anggaran Publikasi

Berdasarkan dokumen sementara yang diakses media ini, skema ini beroperasi dengan canggih. Sebuah atau beberapa perusahaan media tertentu, yang diduga memiliki kedekatan dengan oknum dewan (anggota DPRD Kepri-red) dan pejabat, secara konsisten mendapatkan jasa publikasi pemerintah daerah berdasarkan titipan. Para media tersebut tidak akan dilihat lagi berdasarkan kualifikasi dan verifikasi medianya ataupun mengikuti SOP Peraturan Gubernur Kepri untuk mendapatkan kue anggaran publikasi dengan kedok “penyebarluasan pokok pikiran masyarakat”.

“Nilai kontrak dan pesanannya selalu membengkak, tidak lagi melihat berdasarkan kualifikasi serta verifikasi pengadaan barang dan jasa. Misalkan ada media yang verifikasi faktual bisa kalah dengan media yang hanya verifikasi administrasi, bahkan ada juga media yang telah memasukkan penawaran kerjasama tetapi tidak dapat sama sekali karena bukan media titipan. Sementara itu, media titipan akan dikenakan potongan ‘setoran’ dengan kode belah semangka. Pembagian kepada oknum media titipan dikenakan wajib setoran berkisar 50 persen, bahkan ada yang 70 persen hingga 75 persen. Selisihnya yang fantastis itu yang diduga dikorupsi secara berjamaah,” ujar seorang sumber kepada media ini.

Korporasi pelaku diduga kemudian membagi keuntungan haram tersebut kepada para oknum yang terlibat dalam kebijakan ini sebagai imbalan atas program Pokir di Publikasi yang terus mengalir.

Tahun demi Tahun, Anggaran Membesar.

Catatan anggaran belanja publikasi dan komunikasi publik beberapa dinas dan badan di lingkungan Pemprov Kepri menunjukkan peningkatan yang tidak wajar. Anggaran yang seharusnya bersifat teknis dan terbatas, justru membesar setiap tahunnya dengan pola pengadaan yang serupa dan vendor yang itu-itu saja.

“Ini bukan kasus satu kali. Ini pola yang terinstitusionalisasi. Mereka membangun sistem di mana anggaran publik dianggap sebagai sapi perahan bersama. Istilah ‘pokok pikiran rakyat’ hanya dijadikan tameng untuk mengucurkan dana ke pihak-pihak tertentu,” papar Mori Cagau, sebagai Koordinator KAKAP Kepri, Rabu (4/2).

KPK, Kejaksaan Agung, Kepolisian dan BPKP diharapkan Turun Tangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, Kepolisian hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diminta penyelidikan mendalam. Sejumlah oknum yang terlibat diminta panggilan pemeriksaan terhadap pihak swasta (perusahaan media), oknum dewan dan pejabat terkait.

“Kami akan mengumpulkan barang bukti dan memetakan aliran dana. Apakah kemungkinan Kerugian negara sangat signifikan dan melibatkan aktor yang mungkin banyak terkait kasus ini. Kami berkomitmen untuk menuntaskan ini,” kata salah satu sumber dari Kejaksaan Agung.

Salah satu mantan pejabat di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri pernah mengatakan bahwa untuk mengawali penyelidikan dugaan Tipikor dengan modus operandi Pokir di Anggaran Publikasi ini bisa diawali dengan adanya data atau pernyataan yang menyatakan bahwa pokir dewan ada di anggaran Publikasi.

“Bila memang kesulitan kalian dalam mendapatkan data, maka bisa dengan pernyataan salah satu oknum pejabat berkompeten yang terlibat pengelolaan anggaran publikasi. Ada aja penyebutan Pokir dari mereka di belanja Publikasi mereka kelola (Pemprov Kepri) itu bisa jadi awal penyidik Aparatur Penegakan Hukum (APH) dalam melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Luki Zaiman Prawira belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Dan Kepala Diskominfo Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi enggan memberikan komentar serta membungkam.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam