Analoginews.com- Tanjungpinang, Dua Armada expedisi Apay bernopol BP 8126 UT dan nopol BM 8256 GL, tersorot mengangkut bersak- sak gula pasir impor, yang di manuver dari hasil senyeludupan pelabuhan tikus Gentong, Bintan Utara, kabupaten Bintan.
Sumber berita mengungkapkan, bahwa pemilik armada berinisial Dw, sementara pemilik barang Apay.
Kedua mereka diisukan saling berhubungan dalam melakukan transaksi gelap di pelabuhan tikus, hingga mendistribusikan barang – barang tersebut, ke pasaran wilayah kepri hingga provinsi lain melewati jalur laut” beber sumber yang enggan disebutkan identitasnya.
Pantauan dilapangan, sekilas, tampak kedua armada Apay tersebut, mirip kendaraan militer TNI AL, yang sedang melaksanakan tugas negara. Namun nyatanya kenderaan tersebut merupakan angkutan umum, yang diduga sengaja diubah warna catnya untuk kelabui petugas, dalam menjalankan aksinya.
Dari keterangan sang sopir armada tersebut, ia akui bahwa komoditas tersebut berasal dari pelabuhan Gentong, Bintan Utara.
“Kami cuma armada saja, jadi kalau soal barang asal dari mana itu nggak tahu.
“Kita muatnya dari pelabuhan gentong, kalau soal pemilik barang nggak tahu, soalnya ini expedisi Apay gitu” ujar sopir tersebut sembari menyebutkan namanya Aldo.
Diketahui, pelabuhan Gentong adalah pelabuhan belum resmi atau pelabuhan tikus yang kerap dipergunakan oleh para mafia, sebagai sarana transaksi gelap peredaran barang non prosedural baik itu, komoditas sembako, seperti beras, minyak goreng serta komoditas impor seperti gula pasir dan sebagainya.
Selain itu, pelabuhan tersebut juga pernah dijadikan tempat pengiriman TKI Ilegal.
Namun anehnya, walaupun pelabuhan gentong dikatakan pelabuhan tikus, aparat penegak hukum atau APH, seolah tak berkutik untuk menghentikan aktivitas ilegal yang terus terjadi di wilayah hukumnya. Senin(2/6/25)(Zen)
