Proyek Betonisasi KM 15–KM 20 Bintan Diduga Gunakan Wiremesh Diameter Kecil, Publik Pertanyakan Standar Konstruksi

Bintan – analoginews.com — Proyek peningkatan jalan dari KM 15 hingga KM 20 Kijang, Kabupaten Bintan, kembali menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 senilai Rp18.546.860.000 itu diduga menggunakan besi wiremesh berdiameter kecil yang dinilai tidak memenuhi standar konstruksi betonisasi jalan.

Pantauan di lapangan pada Jumat (7/11/2025) menunjukkan pekerja tengah melakukan pengecoran menggunakan beton ready-mix pada galian jalan selebar sekitar 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter. Namun perhatian publik justru tertuju pada material wiremesh yang dibentangkan sepanjang galian.

Diameter wiremesh tampak sangat kecil—bahkan diperkirakan menyerupai ukuran sedotan minuman—sehingga memunculkan dugaan bahwa material tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang lazim digunakan pada konstruksi jalan nasional.

Keanehan lain terlihat pada metode pemasangannya. Rangkaian wiremesh tidak ditancapkan maupun diikat pada sisi aspal, melainkan hanya diletakkan begitu saja sebelum pengecoran dilakukan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada minimnya daya ikat beton, yang berpotensi memicu keretakan dini pada struktur perkerasan jalan.

Proyek ini diketahui merupakan pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Bina Marga. PT Nusantara Agung Pratama tercatat sebagai kontraktor pelaksana. Pengawasan dilakukan oleh konsultan supervisi PT Astadipati Duta Harindo KSO PT Manggalakarya Bangun Sarana KSO CV Kembang Jala. Durasi pekerjaan ditetapkan selama 65 hari kalender, dengan panjang efektif rehabilitasi mencapai 3 kilometer.

Hingga berita ini tayang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan material yang dinilai tidak sesuai standar tersebut.(Zen/tim)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Exit mobile version