Paripurna DPRD Kepri: Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Banggar Sampaikan Rekomendasi Strategis

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Bersama Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd , Usai Bahas Laporan Akhir Badan Anggaran dan Persetujuan Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

Tanjungpinang – analoginews.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang Ke-3 Tahun Anggaran 2026 dengan agenda Laporan Akhir Badan Anggaran dan Persetujuan Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama Balairung Raja Khalid Hitam, Pulau Dompak, Rabu (29/07/2026).

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd. serta dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, SE., MM , Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dalam Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi sebelumnya, seluruh Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau telah menyampaikan Pendapat akhir Fraksi dan menyampaikan sikap yang sama, menerima dan menyetujui untuk dilanjutkan penetapan menjadi peraturan daerah.

H. Bakhtiar, MA sebagai Pimpinan Badan Anggaran menyampaikan Laporan Akhir Badan Anggaran Terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2025.

Bakhtiar pada pidatonya menjelaskan beberapa catatan dan rekomendasi berdasarkan hasil Pembahasan Badan Anggaran DPRD Provinsi Kepulauan riau terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2025.

Ia menjelaskan bahwa penyajian laporan keuangan oleh OPD masih memerlukan penyempurnaan, terutama terkait sinkronisasi data dengan Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD), keseragaman format pelaporan, ketepatan penyajian informasi keuangan, serta penggunaan istilah akuntansi dan pengelolaan keuangan daerah agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

”BKAD agar memperkuat fungsi pembinaan dan verifikasi sehingga seluruh laporan keuangan OPD tersaji secara konsisten, akurat, dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan” ujar Bakhtiar.

Lanjutnya ia juga menyatakan pengelolaan aset daerah belum sepenuhnya tertib dan optimal, yang ditunjukkan oleh masih adanya perbedaan data aset, ketidaksesuaian antara belanja modal dan pertumbuhan aset, serta belum optimalnya pemanfaatan aset daerah.

”Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau perlu menyusun roadmap penataan aset daerah yang mencakup inventarisasi, sertifikasi, penyelesaian aset bermasalah, optimalisasi aset idle, serta percepatan penyelesaian Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP).” tambahnya.

Terakhir ia juga memberikan rekomendasi terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menjadi perhatian, mengingat masih terdapat OPD yang belum mencapai target pendapatan dan masih terdapat sumber-sumber PAD yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

”Optimalisasi PAD perlu difokuskan pada peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, peningkatan dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta penggalian potensi pendapatan baru tanpa menambah beban masyarakat” tutupnya

Acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Persetujuan Penetapan Ranperda sekaligus penyerahan buku Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2025 antara Pimpinan DPRD Bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelum acara ditutup dan mencapai persetujuan bersama antara Gubernur Kepulauan Riau dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Gubernur Ansar turut menyampaikan pidatonya terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2025.

Yang mana Gubernur Ansar menyatakan seluruh rekomendasi yang telah disampaikan oleh DPRD maupun Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia akan ditindak lanjuti secara konsisten melalui rencana aksi yang terukur, disertai mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memandang bahwa setiap rekomendasi merupakan instrumen perbaikan yang sangat berharga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

”Oleh karena itu, seluruh masukan tersebut kami terima dengan terbuka sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan akuntabilitas serta menyempurnakan kualitas pengelolaan keuangan daerah” tegasnya.(ADV)

 

 

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Exit mobile version