Kadis Kesehatan Kepri Akui Pokir Dewan TA 2023-2025 Dikelola Di OPD Dinkes Kepri

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Moh Bisri

Tanjungpinang, Kepala dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Moh. Bisri akui dan membenarkan dinas kesehatan provinsi Kepri mendapatkan kucuran anggaran pokok pikiran(Pokir) dewan pada tahun anggaran 2023 sampai dengan ditahun anggaran 2025.

Fakta tersebut diungkapkan Moh. Bisri saat ditemui dikantor dinas kesehatan Kepri, Dompak, Jumat (18/7/25)

“Benar, untuk di tahun anggaran 2023 dan 2024, dinas kesehatan provinsi Kepri mendapatkan sumber alokasi anggaran Pokir dewan dari rekanan komisi IV DPRD Kepri.

Yang mana, untuk di tahun anggaran 2023 tersebut, direalisasikan sebesar Rp1.543.160.000,00
(satu Miliar lima ratus empat puluh tiga juta seratus enam puluh ribu rupiah).

Sementara untuk ditahun 2024, dinas kesehatan Kepri juga mendapatkan realisasi anggaran sebesar Rp 1.954.595.000,00 (Satu Miliar
sembilan ratus lima puluh empat juta lima ratus sembilan puluh lima ribu rupiah)”, ujar kadis Kesehatan Kepri.

Dana tersebut kata Moh Bisri, bukan untuk kegiatan publikasi media online, melainkan untuk kegiatan promosi kesehatan pada bidang promosi dinas kesehatan provinsi Kepri”, bebernya.

Moh Bisri, saat disinggung soal anggaran Pokir ditahun anggaran 2025.

Ia mengakui bahwa, ditahun ini dinas kesehatan Kepri mendapatkan sumber anggaran Pokir sekitar Rp 800 juta.

Sumber dana tersebut, sebelumnya telah dilakukan efesiensi anggaran dan diperuntukan sebagai program promosi, penyuluhan dan untuk penyiaran di Batam TV”, kata Bisri.

Namun ia, belum menunjukkan data realisasi anggaran Tahun anggaran 2025, sebesar Rp 800 juta yang disebutkannya kepada awak media ini.

“Dinkes selaku OPD punya kewajiban melaksanakan semua program kegiatan yang telah di sahkan dalam dokumen APBD, sebagai kebijakan gubernur maupun pokok-pokok pikiran DPRD yang juga telah di setuju oleh kemendagri”, pungkas kadinkes Kepri.(Zen)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Exit mobile version