Analogi News

Bekerja sesuai fakta

BREAKING NEWS

    Dugaan Pungutan Uang HP Rp500 Ribu–Rp1 Juta per Kamar di Lapas Bengkalis, KPLP dan Kalapas Membantah

    Waktu Baca: 2 menit
    Poto Gedung Lapas Kelas II A Bengkalis(Riau)

    BENGKALIS – analoginews.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Provinsi Riau, tuai sorotan. Tak hanya dugaan pungutan uang penggunaan handphone (HP), kualitas menu makanan bagi warga binaan juga ikut dipertanyakan.

    Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bengkalis diduga meminta uang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta kepada warga binaan untuk setiap kamar, dengan alasan penggunaan HP.

    Bahkan, berdasarkan keterangan sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, uang tersebut diduga diminta secara rutin setiap minggu.

    “KPLP pungut duit HP per kamar sebesar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per minggu, harus bayar,” ungkap sumber kepada media ini.

    Padahal aturan tegas Penggunaan dan kepemilikan handphone (HP) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dilarang secara tegas bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pengunjung, tamu, hingga petugas yang memasuki area steril Lapas.

    Sanksi tegas akan diambil jika terbukti kedapatan WBP, petugas Lapas yakni:

    • Bagi Warga Binaan (WBP): Akan dikenai hukuman disiplin, pencabutan hak-hak tertentu (seperti remisi, asimilasi, atau pembebasan bersyarat), serta penyitaan HP.
    • Bagi Petugas: Akan dijatuhi tindakan tegas atau sanksi administratif apabila terbukti terlibat dalam penyelundupan atau pembiaran HP ilegal.

    Menanggapi dugaan tersebut, KPLP Lapas Bengkalis, Medy Albar, membantah adanya pungutan sebagaimana informasi yang beredar.

    “Tidak ada, Bang, yang demikian. Bentuk voucher itu betul adanya untuk mereka menggunakan telepon Wartelsuspas,” tulis Medy melalui pesan WhatsApp, Jumat (30/10).

    Bantahan serupa disampaikan Kepala Lapas Bengkalis, Prio Tri Laksono.

    “Perihal tersebut tidak benar, Bang,” ujarnya singkat.

    Di tengah mencuatnya informasi dugaan pungutan tersebut, redaksi juga menerima informasi mengenai standar pemenuhan kebutuhan makanan warga binaan, baik dari sisi kecukupan gizi, variasi menu, maupun kesesuaian dengan ketentuan penyelenggaraan makanan di lembaga pemasyarakatan dilapas Bengkalis

    Sumber menyampaikan bahwa salah satu menu sarapan yang diberikan kepada warga binaan berupa telur, nasi putih, dan terong rebus.

    “Menu yang diberikan setiap pagi telur, nasi putih dan terong rebus,” tulis sumber kepada redaksi.

    Namun hingga kini terkait pemberian menu sarapan pagi yang dianggap kurang layak memenuhi standar pemenuhan gizi bagi warga binaan di Lapas Bengkalis belum mendapat tanggapan dari Kepala Lapas Bengkalis.(Red)

     

    redaksi
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *