Tanjungpinang, Ratusan ton komoditas bawang putih dan bawang merah Birma impor diduga asal FTZ 02 Batam, berhasil diseludupkan diKapal Motor (KM) Sabuk Nusantara milik PT Pelni, yang tengah bersandar di pelabuhan Sri Payung, batu 6, kota Tanjungpinang pada selasa (17/6/25) sore.
Diduga seluruh komoditas impor, yang direncanakan akan diseberangkan ke pulau Kalimantan, yang diangkut oleh sejumlah armada Expedisi, diduga tanpa dilengkapi dokumen karantina tumbuhan daerah asal, hampir tak terpantau oleh Bea Cukai dan pihak karantina saat mengisi
seluruh muatan di kapal milik PT Pelni tersebut.
Dari keterangan sumber berita menyebutkan, bawang – bawang impor tersebut berasal dari Kota Batam, yang diseberangkan dengan menggunakan kapal pompong, melewati jalur tikus, Bintan Utara, Tanjung Uban.
Kemudian komoditi tersebut dimanuver kembali ke sejumlah armada expedisi yang mengunakan jalur darat menuju kepelabuhan Sri Payung, batu 6 kota Tanjungpinang.
Ditafsir jumlah muatan komoditas impor tersebut, berjumlah ratusan ton, yang dikemas memakai karung plastik putih dan hendak dibawa ke pulau Kalimantan” ungkap sumber.
Lantas sumber juga mengungkapkan, sekira satu bulan yang lalu, mereka diduga pernah ditangkap oleh pihak BC Tanjung Balai, karena membawa 100 Ton bawang Impor.
Komoditas tersebut kata sumber dimuat dari pelabuhan Dompak”, jelasnya.
Dari pantauan tim media dilapangan, terlihat sejumlah armada Expedisi yang diketahui memuat komoditas impor tersebut sedang sibuk mengantri di dermaga pelabuhan Sri Payung Batu 6.
Puluhan karung goni plastik putih yang berisikan bawang impor, kemudia diangkut dengan mesin trol, lalu dimasukkan kedalam lambung kapal Sabuk Nusantara.
Dari keterangan salah satu pekerja PT Pelni yang ditemui di lapangan.
Pekerja tersebut mengakui bahwa barang yang dikemas dalam karung- karung goni tersebut adalah Bawang merah.
Namun, ia tak mengetahui bawang- bawang tersebut berasal darimana dan juga berapa jumlah tonase yang dimuat di KM Sabuk Nusantara tersebut.
“Saya tak tahu bawang dari mana, bapak tanyakan saja ke yang punya, saya disini hanya memuat saja”, sebut pria paruh baya sembari menyebutkan nama pemilik bawang, yang berjumlah 5 orang, yakni bu Riska, Omon, Marsiah, Cahaya, ST.
Salah satu pemilik komoditas tersebut, Riska ketika dikonfirmasi dilokasi, terkesan menghindar lalu buru-buru pergi dari lokasi bongkar muat.
Hingga berita ini diturunkan, Aparat Penegak hukum (APH), Bea cukai, Karantina, ketika di konfirmasi terkait barang bawaan KM Sabuk Nusantara, yang diduga membawa ratusan Ton komoditas impor, yang di manuver tanpa prosedural, belum menanggapinya (Zen)
