Dibiayai Pokir DPRD, Studi Tiru PDBI Bintan Disebut Sudah Lama Direncanakan

Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti

Bintan, analoginews.com — Polemik keberangkatan rombongan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Bintan ke Bandung akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Dewan Penasehat PDBI Bintan, Hj. Fiven Sumanti, S.IP., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda mendadak, melainkan studi tiru yang telah direncanakan sejak tahun 2017 dan baru terealisasi pada 2025.

“Saya mengetahui kegiatan ini. Bahkan rencana studi tiru tersebut sudah ada sejak 2017, hanya saja baru bisa dilaksanakan tahun ini,” ujar Fiven saat diwawancarai dikantornya pada Senin,
(29/12/25).

Menurut Fiven, keberangkatan 15 orang pengurus PDBI Bintan bukan tanpa alasan. Seluruh peserta merupakan pelatih drum band yang dinilai perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas melalui pembelajaran langsung ke daerah yang telah mapan dalam pembinaan cabang olahraga drum band.

“Yang berangkat itu semuanya pelatih. Jadi wajar kalau mereka ikut, karena tujuannya memang belajar dan meningkatkan kualitas kepelatihan,” jelasnya.

Terkait pemilihan PDBI Kabupaten Bandung sebagai lokasi studi tiru, Fiven menyebut hal itu didasarkan pada kapasitas dan pengalaman organisasi tersebut, termasuk keterkaitan salah satu pengurusnya dengan PDBI Pusat.

“Kenapa Bandung, karena di sana ada pengurus yang juga bagian dari PDBI Pusat. Itu penting untuk transfer pengetahuan dan standar pembinaan,” katanya.

Fiven juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menggunakan anggaran APBD yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) miliknya selaku anggota DPRD Bintan.

Dana tersebut, kata dia, tidak hanya digunakan untuk studi tiru, tetapi juga untuk mendukung pemenuhan sarana dan prasarana drum band di sekolah-sekolah.

“Dana Pokir itu juga digunakan untuk pengadaan alat drum band, sesuai dengan kebutuhan yang diajukan masing-masing sekolah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini hampir seluruh sekolah di Bintan telah mengajukan permohonan kebutuhan alat drum band, kecuali sekolah yang berada di wilayah Tambelan.

“Yang belum mengajukan baru sekolah di Tambelan. Selebihnya sudah,” ujarnya.
Fiven menepis anggapan bahwa bantuan alat drum band tidak merata.

Menurutnya, penyesuaian bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kapasitas masing-masing sekolah. Jika masih ada orang tua siswa yang membeli alat secara mandiri, hal itu biasanya karena sekolah ingin menambah jumlah personel drum band.

“Kalau ada anak yang membeli alat sendiri, itu biasanya karena sekolah ingin menambah personel. Jadi alat tambahan memang perlu disiapkan oleh orang tua yang anaknya ingin bergabung,” jelasnya.

Lebih jauh, Fiven menegaskan perhatian besar yang diberikan kepada PDBI Bintan tidak terlepas dari prestasi yang telah diraih selama ini.

Ia menyebut drum band sebagai salah satu cabang olahraga paling potensial di Kabupaten Bintan.

“PDBI Bintan pernah meraih juara satu di Batam. Prestasinya nyata, jadi wajar jika kita beri perhatian lebih,” katanya.

Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat prestasi dan eksistensi PDBI Bintan, baik di tingkat daerah maupun provinsi.

“Semua ini demi mengangkat PDBI Bintan. Drum band adalah salah satu cabor yang sangat potensial dan harus terus didorong,” tutup Fiven.(***)

 

Exit mobile version