Alamak!!! Pembangunan Koperasi Merah Putih Di Kota Batam Molor
BATAM, analoginews.com — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Batam tak mencapai target pada Agustus 2026.
Dari target pembangunan 40 titik, baru sekitar 18 koperasi yang telah terealisasi, sementara 22 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Informasi yang diperoleh di sejumlah lokasi, salah satu persoalan penyebab molorya pembangunan sejumlah titik koperasi tersebut diduga belum tersedianya lahan untuk beberapa titik pembangunan. Akibatnya, pekerjaan fisik belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
Persoalan lain yang mencuat adalah dugaan tunggakan pembayaran upah pekerja proyek.
Sejumlah pekerja mengaku sebagian hak mereka belum dibayarkan. Sehingga membuat sebagian pekerja memilih menghentikan aktivitasnya sementara.
“Gaji kami belum dibayar semua. Makanya kami berhenti kerja dulu sampai ada kejelasan,” ujar salah seorang pekerja di lokasi proyek, Selasa (9/9/2026).
Jika kondisi tersebut benar terjadi, persoalan pembayaran upah tentu tidak hanya menyangkut kelancaran proyek, tetapi juga menyangkut hak pekerja yang harus dipastikan pembayarannya.
Di sisi lain, keterlambatan pembangunan juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan perencanaan proyek, khususnya terkait status lahan, mekanisme pelaksanaan pekerjaan, hingga pengawasan terhadap progres pembangunan di masing-masing titik.
Padahal, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan aktivitas ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.
Dengan target 40 titik, masyarakat tentu berharap program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Koperasi yang dibangun diharapkan benar-benar dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai progres pembangunan 40 titik tersebut.(Jl)
