HKTI Tanjungpinang “Rembuk Pemuda Wadah Positif Generasi Muda Kepri Menuju Indonesia Emas 2045
Tanjungpinang, analoginews.com — Generasi muda Kepulauan Riau (Kepri) didorong tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi tampil sebagai penggerak, pengawas sekaligus pencetus gagasan dalam menentukan arah masa depan daerah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Deklarasi Rembuk Pemuda Kepulauan Riau yang dirangkai dengan diskusi publik bertema “Membedah Kondisi Geografis, Potensi dan Tantangan Wilayah Kepulauan Menuju Indonesia Emas 2045” di Mid Valley Coffee & Eatery, Tanjungpinang, Sabtu (3/10/2026) malam.
Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, S.E., yang hadir sebagai pembicara utama, menilai karakter Kepri sebagai provinsi kepulauan sekaligus wilayah strategis perbatasan memiliki tantangan pembangunan yang tidak sederhana.
Namun di balik tantangan geografis tersebut, kata Iman, Kepri menyimpan potensi besar yang harus dikelola secara serius. Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, yang mampu membaca peluang dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan daerah.
“Kepri memiliki potensi yang luar biasa, tetapi karakter wilayah kepulauan juga menghadirkan tantangan yang tidak sederhana. Karena itu, generasi muda harus mengambil bagian, bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai penggerak dan pemberi gagasan,” ujar Iman.
Menurutnya, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Pembangunan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan generasi muda.
Keterlibatan pemuda dinilai penting agar berbagai potensi yang dimiliki Kepri tidak berhenti sebatas sumber daya, tetapi mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua HKTI Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al Qayum, menilai Rembuk Pemuda Kepri dapat menjadi ruang strategis bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengkritisi dan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.
“Rembuk Pemuda ini merupakan wadah yang sangat positif bagi generasi muda Kepri. Di sini tersedia ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran dan menyikapi kebijakan pemerintah,” kata Sadmi.
Namun, ia menegaskan bahwa peran pemuda tidak boleh berhenti sebatas memberikan respons terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, generasi muda harus mampu bergerak lebih jauh dengan menghadirkan kontribusi nyata serta ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan.
“Tidak hanya menyikapi, saya melihat organisasi ini juga memberikan kontribusi serta peran serta dalam kebijakan pemerintah. Karena itu, Rembuk Pemuda menjadi wadah yang sangat baik,” ujarnya.
Sadmi berharap keberadaan Rembuk Pemuda Kepri tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan konkret, memperkuat jejaring antarpemuda serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Saya berharap generasi muda Provinsi Kepulauan Riau dapat memanfaatkan Rembuk Pemuda sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan potensi terbaik diri mereka. Semoga berdampak dan bermanfaat untuk banyak orang,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri Riki Rionaldi serta Kepala BP Bintan Farid Irfan Siddik sebagai narasumber.
Kegiatan juga diisi dengan sambutan Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, serta Koordinator Rembuk Pemuda Kepri, M. Khairil Ramadhan.
Deklarasi tersebut menjadi langkah awal bagi Rembuk Pemuda Kepri dalam membangun ruang dialog antara generasi muda, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.(Red)
