BATAM, analoginews.com– Program strategis nasional Koperasi Merah Putih KMP di kota Batam diduga carut-marut.
Pasalnya dari 40 titik yang ditarget, 21 titik diduga molor. Ironisnya, proyek yang sedang berjalan tersebut diduga tanpa disertai papan informasi.
18 Rampung, 21 Mandek. Ada Apa?
Data beredar: baru 18 titik diklaim selesai. Sisanya ngaret tanpa batas waktu jelas.
Pertanyaannya sederhana: Nilainya berapa? Kontraktornya siapa? Uangnya cair apa belum?
Tapi karena tidak ada papan proyek, semua jadi teka-teki.
Pekerja Mogok! Gaji Tidak Dibayar
Ini inti masalahnya. Progres lambat karena upah pekerja diduga nunggak.
Akibatnya pekerja memilih berhenti. Proyek mangkrak.
Lalu uang yang sudah cair dari pusat larinya kemana? Mekanisme pencairan dan pembayaran ke pelaksana harus dibongkar.
1 Pekerja Proyek Meninggal
Tengah kekacauan ini, beredar kabar penanggung jawab proyek inisial H meninggal di RS Awal Bros Batam.
Diduga karena pecah pembuluh darah. Apakah karena tekanan utang dan target yang tidak jelas?
Dinkop UMKM & Kodim 0316 Disorot
Publik mempertanyakan peran Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam dan Kodim 0316/Batam yang disebut ikut mengawasi.
Fungsinya sebagai pengawas kemana? Kenapa 21 titik bisa molor berjamaah?
TUNTUTAN: AUDIT TOTAL BPK RI
Masyarakat Batam menuntut Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK RI Perwakilan Kepri) turun audit menyeluruh 7 poin:
1. Anggaran vs Realisasi. Cocok atau disunat?
2. Progres Fisik 40 Titik- Foto dan data
3. Kualitas & Volume- Sesuai spek atau asal jadi
4. Administrasi – Kontrak, RAB, SPK lengkap?
5. Alur Pencairan – Nyangkut di mana?
6. Pembayaran Pekerja – Ada pemotongan?
7. Tanggung Jawab- Siapa yang harus bertanggung jawab
KMP itu uang rakyat. Program untuk rakyat. Jangan jadikan proyek bancakan dan proyek asal-asalan. (Tim)













