Tanjungpinang, analoginews.com – Dugaan fitnah dan penghinaan yang menyeret nama seorang pejabat sekaligus orang dekat Gubernur Kepulauan Riau kembali memantik perhatian publik.
Kasus yang telah dilaporkan ke Polresta Tanjungpinang itu kini diminta mendapat pengawalan serius dari Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Minang.
Menanggapi hal itu, Tokoh Muda Minang Kota Tanjungpinang, Sony Chaniago, meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Minang untuk turut andil mengawal serta memantau perkembangan kasus yang dilaporkan oleh Ketua DPW IKM Kepri, Momon Faulanda Adinata.
“Saya mendorong agar dugaan kasus ini dapat diselesaikan secara musyawarah. Mengingat persoalan ini bermula dari percakapan di grup WhatsApp internal partai politik. Namun hingga saat ini belum ada langkah ke arah tersebut. Bahkan, pihak pelapor merasa mendapat intimidasi dari terlapor,” ujar Sony Chaniago pada Sabtu, (27/12/25).
Menurut Sony, kondisi tersebut menjadi alasan penting agar DPP IKM turun tangan mengawal proses hukum demi menjamin rasa keadilan dan kepastian hukum.
“Karena itu, kami meminta DPP IKM dapat mengawal kasus ini agar hukum benar-benar ditegakkan,” tegas Sony yang juga menjabat sebagai Ketua Gema IKLTD Kota Tanjungpinang.
Lebih lanjut, Sony menegaskan bahwa apabila benar terdapat dugaan intimidasi, maka hal tersebut dinilai tidak pantas, terlebih jika dilakukan oleh seorang pejabat publik.
“Jika benar terjadi intimidasi, tentu ini tidak elok. Seorang pejabat seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat kepolisian untuk memproses laporan tersebut secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal senada disampaikan Sony yang juga merupakan Ketua Relawan Komunitas Pemilih Ansar–Nyanyang (Kopi Sayang) Kota Tanjungpinang.
Sebagaimana diberitakan sejumlah media online di Tanjungpinang sebelumnya, laporan dugaan fitnah dan penghinaan tersebut telah resmi dilayangkan ke Polresta Tanjungpinang dan kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian.(Redaksi)













