BINTAN – analoginews.com – Festival Kenduri Durian yang digelar di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Senin (27/7/2026), semula mendapat apresiasi masyarakat sebagai ajang promosi durian lokal sekaligus tradisi tahunan Kabupaten Bintan.
Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut justru menuai polemik setelah beredar video dan keluhan warga yang mengaku tidak dapat menikmati durian yang disediakan panitia.
Dalam kegiatan itu tampak sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan Arif Sumarsono, S.T., M.M., terlihat tersenyum tawa dengan lahap menikmati hidangan durian segar yang telah disiapkan di area utama acara.
Sementara itu, warga yang datang dari berbagai wilayah Tanjungpinang dan Bintan mengaku hanya dapat menelan air liurnya menyaksikan jalannya kegiatan tanpa memperoleh kesempatan sedikitpun mencicipi buah durian dari pihak pelaksana.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan pengunjung. Salah seorang warga, Raden, mengaku merasa dibohongi karena telah datang jauh jauh dari Kijang bersama keluarganya dengan harapan dapat makan durian gratis.
“Ini sudah jelas pembohongan publik. Sayembara pesta durian bukan untuk kami, tetapi untuk pejabat. Kami hanya jadi penonton,” ujar Reden dengan nada kecewa.
Spekulasi protes sejumlah warga muncul terkait anggaran yang di plotkan dalam rangkaian Festival tersebut. Dipastikan realisasi anggaran di poskan melalui APBD Kabupaten Bintan.
Ataukah ada anggaran siluman dibalik rangkaian kegiatan pesta durian ala pejabat Bintan?
Sekretaris Daerah kabupaten Bintan Roni Kartika menyebutkan kegiatan tersebut dilakukan oleh OPD Dispar Bintan
“Abng Konfirmasi ke pihak Dispar Bintan”,ujar Roni
Sementara itu Arif kepala Dispar Bintan dan juga Bupati Bintan Roby Kurniawan tak respon saat dikonfirmasi oleh awak media ini (Zen/Tim)
