Bintan, analoginews.com – Sejumlah warga RW 01 Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, melakukan gerakan spontanitas penyetopan terhadap armada truk tronton bermuatan pasir dengan kapasitas besar. Senin (30/3/26)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan warga terhadap aktivitas truk-truk besar berkapasitas 10 hingga 12 ton melintasi jalan desa malang Rapat dan desa Teluk Bakau, Bintan.
Warga menilai, keberadaan armada truk fuso dan tronton itu telah mengganggu kenyamanan, merusak jalan, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Warga mengaku resah karena kendaraan berat itu kerap melintas tanpa memperhatikan kondisi jalan dan keselamatan masyarakat.
“Ini jalan warga, bukan jalan tambang. Sudah banyak jalan rusak, debu berterbangan, dan sangat berbahaya untuk anak-anak sekolah,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Warga menegaskan, penyetopan dilakukan sebagai bentuk peringatan agar armada truk tidak lagi menggunakan jalan umum sebagai jalur utama dengan mengganti dengan angkutan skala kecil.
Ketua RW 01, desa Teluk Bakau Arifin Ardiansyah menegaskan dalam aksi ini ia beserta warga lainnya turun ke jalan melakukan penyetopan truk truk tronton berkapasitas besar melintas jalan Umum.
Ia menyebutkan, akibat dari sejumlah truk- truk tersebut jembatan dua jembatan yang menghubungkan dua desa yakni desa Teluk bakau dan desa Malang Rapat Bintan sempat mengalami kerusakan. (Zen)
